roti manis

Istilah-istilah (part 1)

14 Mei 2009 · & Komentar

AMPS, GSM, EDGE, CDMA, 3G, UMTS,…de el el, de ka ka, de es be…aaarrrrghhh…apaan seh!!! Bingung? Sama! Jadi karna kita sama-sama bingung, mari duduk sambil minum bandrek dan makan jagung bakar…mari silakan…”bang, bandreknya nambah 1 lagi ya! trus jagungnya 3 lagi!

Oke, bandrek dan jagung bakar sudah tersedia, mari kita bahas satu persatu berbagai istilah dalam dunia perdukunan pertelekomunikasian yang sering muncul dan  kadang-kadang kita ikut nyebutin juga walo ga tau artinya…ga masalah selama kita tau maksudnya apa dan kedengaran melek teknologi.  Bisa dimulai? Duduk yang manis, ga usah lipat tangan ntar kusut. Ehem…test…test…

Oke, berikut beberapa istilah pertelekomunikasian yang sering digunakan. Aku ambil referensinya dari http://id.wikipedia.org/

AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah generasi telepon seluler pertama yang menggunakan teknologi analog. Teknologi ini menggunakan frekwensi radio antara 800 – 900 Mhz

GSM (Global System for Mobile communication) merupakan sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada mobile communication, khususnya handphone. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.

GPRS (General Packet Radio Service) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. Sering disebut pula dengan teknologi 2,5G. Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) internet.  

EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) adalah teknologi evolusi dari GSM . Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi spektrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasistas.

3G adalah singkatan dari third-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless). 3G juga berguna untuk menelepon, tetapi dengan 3G, penelepon dan penerima bisa saling bertatap muka.

UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) adalah salah satu teknologi telepon genggam 3G (generasi ke-3). Sekarang ini bentuk yang paling banyak digunakan adalah W-CDMA yang distandarisasi oleh 3GPP.

Untuk membedakan UMTS dari teknologi 3G lainnya, UMTS seringkali dipasarkan sebagai 3GSM, menekankan dasar 3G dari teknologi ini.

CDMA (Code Division Multiple Access) adalah teknologi komunikasi seluler multi akses yang menggunakan “spread spectrum” dimana beberapa pengguna, dalam waktu bersamaan menggunakan satu kanal frekwensi yang sama, hanya dibedakan dengan kode khusus yang disebut “spreading code”. Spread spectrum merubah sinyal informasi berdasarkan kode-kode khusus tersebut untuk kemudian digabungkan dan disampaikan ke penerima yang tepat.

Segitu dulu, nanti aku sharing lagi istilah-istilah lainnya. Sebelum bubar jangan lupa dibayar bandrek sama jagungnya ya…ciao…!!!

→ 2 CommentsKategori: nyampah · sok paten · sotoy

Kartu buat internetan

27 April 2009 · & Komentar

Salah satu jasa seluler yang sedang booming saat ini adalah Broadband. Apa Broadband itu? Apakah itu band baru yang bakal nyaingin Kangen Band? tentu saja bukan prens…Broadband itu asal katanya “Broadband Internet Acces” yang kalo diterjemahkan secara asal “sambungan internet menggunakan pita lebar”. Lah, maksute opo to?

Broadband adalah sambungan internet dengan kecepatan tinggi. Umumnya diatas 256 kbps/detik (sebetulnya ini tergantung jaringan di wilayah orang yang pake, klo jaringan bagus bisa lebih, klo ga bagus ya sabar ajalah…). Ini jauh diatas kecepatan menggunakan kabel telepon standar. Jenis sambungan yang sedang digemari saat ini adalah menggunakan datacard khusus broadband yang dapat langsung di-plug in ke port USB pada notebook. Dengan perkembangan teknologi, saat ini juga tersedia jaringan wi-fi (wireless fidelity) yaitu jaringan broadband lokal nirkabel yang bisa digunakan beberapa orang yang berada di satu wilayah tertentu, bisa resto, cafe, taman, kampus de el el. Ini memungkinkan orang-orang di wilayah tersebut dapat terhubung dengan internet menggunakan hotspot. Aku ga berpanjang-panjang mengenai teknologinya, ntar malah bikin pusing. Intinya broadband itu adalah fasilitas sambungan internet yang memungkinkan penggunanya mengakses internet dimanapun selama ter-cover layanan dari provider-nya.

Perusahaan seluler adalah salah satu ISP (Internet Service Provider) yang menyediakan layanan broadband 3G (third generation technology) yaitu layanan akses data nirkabel dengan kecepatan tinggi. Tarifnya juga cukup terjangkau karena ditawarkan dengan berbagai paket dengan perhitungan volume base (pemakaian maksimal berdasarkan quota volume paket yang diambil) dari mulai 500 MB hingga unlimited dan tersedia dalam bentuk kartu prepaid dan postpaid.

Di era kecepatan informasi saat ini, broadband adalah sarana pendukung yang dapat diandalkan untuk akses data nirkabel berkecepatan tinggi. Terus…apa aja sih yang mesti disiapin klo pengen internetan pake broadband? Yang paling penting adalah duit buat beli kartu prepaid ato buat bayar tagihannya klo pake postpaid, buat beli notebook ato PC klo belum punya. Bisa juga rental klo ga punya duit…tapi ngapain juga pake broadband klo rental internet? Arrrgghhh…ngaco! oke back to topic…

  • notebook ato PC
  • modem 3G/HSDPA ; beberapa merk notebook sudah dilengkapi dengan modem 3G internal.
  • driver untuk panduan instalasi (biasanya sudah disediakan oleh provider)

Kalo semua udah disiapin, masukkan SIMcard broadband ke dalam slot kartu yang ada di modem, masukkan cd driver dan ikuti panduannya. Setelah ada perintah “insert SIM card” ato apapun bahasanya yg artinya kamu mesti masukin SIM card, plug in modem ke slot yang disediakan pada notebook atau PC. Maka akan otomatis keluar perintah dial up. Setelah statusnya “connected” kamu siap untuk browsing ato chatting. Bila gagal, kamu bisa hubungi operator yang menjadi provider SIM card untuk trouble shoot, beberapa jenis notebook memerlukan instalasi khusus yang memang agak rumit, tapi kebanyakan sih fine-fine aja dan bisa langsung jalan.

Ok, siap internetan? jangan ketinggalan informasi coy…karna kata orang bijak  “orang yang menguasai informasi akan menguasai dunia”

→ 2 CommentsKategori: sok paten · sotoy

Dek, ada jual pulsa?

16 April 2009 · & Komentar

Klo dulu pas awal kerja di tahun 90-an, orang kantoran selalu berpakaian rapi dan necis. Cowo-nya pake kemeja lengan panjang, dasi, pantalon dan sepatu mengkilat. Cewe biasanya pake stelan blazer dan rok senada plus kemeja model klasik dan sepatu tertutup model ibu guru plus tas tangan bahan kulit. Tapi sekarang semua sudah berubah. Orang kantoran tampil lebih modis dan dinamis. Jeans, kets, jaket, sepatu sendal, topi, asesoris warna warni bukan hal asing lagi untuk dipakai ke kantor. Malah sebagian perusahaan membuat seragam khusus bagi karyawannya yang berupa kemeja mirip crew pitstop di balapan F1. kemeja lengan pandek dengan warna mencolok yang dihiasi bordir, emblem dan lain-lain untuk menyatakan identitas perusahaan sekaligus ajang iklan. Kemeja jenis ini biasa dipasangkan dengan jeans, kets, topi, jaket plus ransel yang juga berlogo perusahaan. Aneh? Klo tahun 90-an mungkin iya, tapi sekarang justru keliatan modis dan dinamis.

Perusahaan tempat kerjaku juga memberikan seragam kemeja model begini, biasa disebut dengan ‘baju branding’. Banyak malah, karena selain yang diwajibkan ada juga yang dibuat khusus pada event-event tertentu dalam jumlah terbatas. Jadi klo seseorang punya 5 kemeja berbeda dari kantor, selamatlah ia Senin sampe Jumat. Ga perlu bingung nyari-nyari baju diskon yang keren di mall (istilahnya harga ala kadar, tampil ala Sogo), cuma modal jeans yang ga dicuci seminggu juga ga ada yang tau karena makin belel makin oke.

Aku punya beberapa baju branding dengan warna-warna aduhai…maksudnya agak ga mecing sama kulit sawo matang ini. Dulu aku pake hampir tiap hari sepanjang minggu, tapi sekarang intensitasnya agak dikurangi. Kenapa? Gini ceritanya *ambil posisi duduk tegak, tarik nafas, pasang wajah dramatis* Jumat adalah hari kebebasan buat beberapa orang kantoran sepertiku. Jam istirahat bisa molor dari 1 menjadi 1,5 jam. Rasanya sayang menghabiskan istirahat panjang itu kalo cuma buat nongkrong di kantin. Maka bergentayanganlah para arwah penasaran para wanita haus diskon ini ke mall. Sekali waktu dalam kehebohan kotak-kotak persegi berisi baju awut-awutan yang dilabeli 50% datanglah seorang ibu menghampiriku,

“…dek kerja di PT. X ya?”

“iya, kenapa bu?”

“ini dek, pulsaku abis, ada jual pulsa?”

“eh…ngga bu, tapi coba ibu ke lantai dasar, disana ada konter henpon, tanya aja, pasti ada”

“ooohh…gitu ya, percumalah adek ini pake baju PT.X tapi ngga jualan pulsa…udah kukejar-kejar adek dari tadi, kupikir jual pulsa…”

Gedubraks…!!! terpaksalah aku ‘bincang-bincang edukatif sama si ibu ini’

“kalo pulsa bu, kami ga jual langsung, tapi lewat dealer, itu…konter-konter henpon itu bu…kenapa? karna mereka ada dimana-mana jadi pelanggan kayak ibu ngga repot kalo mau beli pulsa, ngga mesti cari-cari kami…bisa langsung dibantu isi ulang lagi…”

“ooo…” si ibu ber-ooo panjang “ya udahlah, aku ke bawah…makasih ya dek…”

Sejak peristiwa itu, aku berusaha ga pake baju branding kalo hari Jumat. Bukan ga mau melayani pertanyaan, cuma menghindari aja, biar keasikan ngubek-ngubek diskon ga terganggu *shopaholic*.

Saking ngetren-nya kemeja model begini, sekarang malah jadi barang merchandise yang diberikan kepada mitra atau pelanggan dan mereka dengan senang hati memakainya. Ini bisa merupakan ajang promosi bagi perusahaan, apalagi bila yang memakai adalah seorang yang punya jabatan atau pengaruh di masyarakat. Pastinya yang diberikan bukan yang sama dengan para petugas counter HP, nanti malah ada yang nanya “…pak, ada jual pulsa?”

→ 2 CommentsKategori: sok paten · sotoy

Dikirim pake buah beri warna item saya…

16 April 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

blackberryPernah ga nemu tulisan gini di bawah email dari temen ato rekan kerja kamu : “sent from my Blackberry powered by…” atau “sent from my blackberry handheld by…”

Buat sebagian orang yang peduli teknologi, perangkat nirkabel berjudul Blackberry ini tentunya sudah tidak asing lagi. Tapi sebagian tentu masih bertanya-tanya…”blekberi? itu buah apa ya? enak ga?”  Buat yang masih bingung, ijinkan saya yang berotak berpengetahuan terbatas ini memberi sedikit pencerahan.

Blackberry adalah perangkat nirkabel (wireless) yang selain berfungsi sebagai HP juga memiliki fitur-fitur tambahan yang sangat mendukung bagi orang-orang yang mobilitasnya tinggi dan memerlukan akses data cepat. Perangkat ini diproduksi oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Keistimewaan apa saja yang dimiliki Blackberry sehingga harganya jadi mahal?

Fitur utamanya adalah push email service, yang bila diterjemahkan menjadi “layanan surat elektronik gegas”...huehehehehe…lebay banget bahasanya ya…*ketawa sambil gelindingan di lantai*. Baiklah tidak usah kita terjemahkan! Push email memungkinkan setiap email yang kita terima ‘didorong’ masuk ke perangkat Blackberry dalam keadaan sudah di-compress dan di-scan, sehingga ukuran byte-nya lebih kecil dan bebas virus. Attachment (lampiran) sampai sebesar 1 MB juga dapat dibuka dengan mudah karena ukurannya yang sudah dikecilkan sampai menjadi 10 kb tanpa merubah content (isi). Pengguna Blackberry akan terhubung terus menerus ke network tanpa harus mengakses internet. Ketika berada di luar jangkauan, email akan disimpan di Blackberry Enterprise Server untuk kemudian disampaikan ketika sudah terhubung lagi ke jaringan.

Blackberry juga dapat digunakan untuk chatting dengan sesama pengguna dengan adanya nomer identitas berbeda di masing-masing handheld  yang disebut nomer PIN atau biasa ditulis gini “ping my BB 253…..”. Selain itu, perangkat canggih ini juga sangat nyaman digunakan untuk browsing, karena memiliki layar yang lebar dan tampilan halaman website yang sudah disesuaikan sehingga cepat dibuka. Teknologi kompresi (compress) pada ‘perangkat genggam’ ini juga menjadikan biaya akses ke jaringan lebih murah (ih…dari tadi diterjemahkan terus…kapan pinternya!) Bahkan operator telekomunikasi menyediakan paket-paket GPRS dengan harga yang cukup terjangkau.

Blackberry juga bekerja sama dengan berbagai layanan ‘pertemanan dunia maya’  seperti YM, Google Talk dan Skype. Apalagi setelah Facebook merebak, rame-rame deh pake Blackberry, biar bisa  fesbuk-an sama temen-temen…*melek teknologi mode on*.

Beberapa henpon canggih seperti Nokie E-series dapat tersambung dengan fasilitas Blackberry dengan adanya fitur Blackberry Connect, sehingga dapat memanfaatkan layanan Blackberry Internet Solution diatas.

Saran saya, sebelum memutuskan membeli dan menggunakan Blackberry, hilangkanlah pikiran “agar dianggap canggih, gaul, melek teknologi, keren pake blekberi“, utamakan pada kepentingan dan fungsinya. Kalo cuma buat telponan sama SMS-an aja, lebih baik pake HP yang biasa. Tapi kalo memang bener-bener butuh kecepatan akses data (Blackberry bisa mengakses 10 email account lho!), informasi dan jejaring sosial yang luas, bolehlah dipertimbangkan untuk beli Blackberry. Tapi inget ya, pelajari cara penggunaan dan kelebihan-kelebihannya dengan baik, jangan sampe pake gadget canggih tapi nanya-nanya…”prens buka emailnya gimana ya…terus klo mo liat kebawah pencet tombol mana nih…?”

→ Tinggalkan KomentarKategori: sok paten · sotoy

Pilih anak kandung ato anak tiri?

14 April 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

simcardUmumnya operator telekomunikasi seluler punya 2 jenis layanan, prepaid dan postpaid. Prepaid adalah kartu ‘bayar dimuka’ artinya kamu beli pulsa dulu baru bisa dipake, pulsa abis silakan beli lagi, ga punya duit bisa minta transfer pulsa dari temen, ga punya temen, kesian deh lo! bisa beli HP ga bisa beli pulsa. Postpaid adalah kartu ‘bayar belakangan’ artinya kamu daftar dulu, pake sampe puas, ditagih, bayar, boleh nyicil klo ga nyangka tagihannya bakal bikin bokek tujuh turunan ato klo ga mau bayar siap-siap kabur dikejer-kejer debt collector.

Pilihannya tergantung kebutuhan, klo misalnya kamu jarang pake HP dan pengen irit pulsa, beli aja kartu prepaid tapi klo komunikasi jadi hal utama dalam hidupmu, pakailah kartu postpaid. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Prepaid punya masa pemakaian tertentu sesuai besaran voucher pulsa yang dibeli. Makin besar nilai voucher, makin panjang umurlah kartu ini. Meski panjang umur, jangan kira pulsa ga abis klo kartu ga dipake-pake, pulsanya hangus klo masa berlakunya sudah habis. Kalo tiba-tiba kamu bokek dan ga mampu beli pulsa lagi untuk jangka waktu tertentu, kartu akan masuk grace period, ato mati suri untuk kemudian mati beneran klo ga diisi pulsa. Kalo nomer yang dipake sudah terkenal ke seantero penjuru temen dan kerabat (ih…bahasanya!) sebaiknya rajinlah mengisi pulsa dan ngecek masa aktifnya. Karena kalo udah terlanjur mati, agak susah untuk dihidupkan lagi dan untuk ganti nomer pastinya perlu jempol lebih buat pengumuman ke orang-orang lewat SMS, itu juga klo orangnya masih inget sama kita.

Kalo kamu mengutamakan komunikasi, ga ingin lagi enak-enak ngobrol pulsa abis dan penjual pulsa terdekat jaraknya 7 kilometer  dari posisimu (emang ada yg sejauh itu ya?), males mikirin masa aktif kartu, ga punya uang logam buat gosok-gosok bagian belakang voucher de el el…pakailah kartu postpaid. Dengan begitu kamu ga perlu pusing bakal kehabisan pulsa, pake aja sampe puas selama merasa sanggup bayar tagihannya. Tapi perlu diinget, meski sekarang ga ada komponen berjudul ‘airtime’ di lembar tagihan, berapapun pemakaian tetep ada minimum charge (semacam abonemen) yang harus dibayar. Biasanya sekitar 25 ribu belum pajak.

Opsi ketiga adalah gabungan dari kedua jenis kartu tadi. Sebagian orang menyebutnya kartu banci, karena menggabungkan kedua jenis layanan prepaid dan postpaid dalam 1 kartu. Postpaidnya dibatasi sesuai keinginan, misalnya maksimal 50 ribu, kalo yang 50 ribu ini habis ya harus reload (isi ulang) pulsa. Tujuannya agar pemakaian bisa terkontrol.

Pilihan tetap berpulang pada masing-masing mau pilih kartu yang mana, asal sesuai kebutuhan dan tarifnya ga bikin jamila alias jatuh miskin lagi. Terus apa hubungannya dengan anak kandung dan anak tiri? Banyak orang mengatakan bahwa pengguna kartu postpaid adalah anak tiri, karena jarang dapet promo-promo dan tarifnya lebih mahal daripada kartu prepaid. Operator berlomba-lomba memberi tarif murah dan berbagai benefit tambahan untuk jasa prepaid sementara postpaid tarifnya tetep standar. Akibatnya pelanggan postpaid merasa dianaktirikan. Eitss…tunggu dulu, maksudnya seh bukan gitu prens…segmentasi pelanggan postpaid dan prepaid kan berbeda. Postpaid biasanya orang-orang menengah yang tidak mau repot dalam berkomunikasi dan ga mikir mesti bayar berapa yang penting lancar dan jaringannya luas. Sedangkan prepaid lebih kepada pelanggan yang masih hitung-hitungan untuk mengeluarkan biaya komunikasi. Tapi bukan berarti pelanggan prepaid dikategorikan middle low…sumpah ga gitu kok! *angkat dua jari* ga ada anak tiri atau anak kandung, semua pelanggan sama, diperlakukan dan dilayani dengan baik *mulai keluar taktik dagangnya…ngecap tiada henti*.

→ Tinggalkan KomentarKategori: sok paten · sotoy

Mau lagu apa?

14 April 2009 · & Komentar

smartphoneSalah satu layanan yang diberikan operator seluler adalah ring back tone, atau nada tunggu. Penelpon akan mendengar lagu, jokes atau apapun yang diregistrasi oleh pemilik nomer sebagai pengganti nada sambung. Tujuannya adalah untuk menghibur penelpon biar ga bosen, apalagi klo telponnya lama diangkat. Tapi ada tujuan lain seperti ungkapan perasaan, biasanya lewat nada tunggu lagu-lagu cinta, lucu-lucuan, pencerahan, ini biasanya berisi lagu-lagu rohani atau sekedar aktualisasi diri, biar dibilang keren pake RBT lagu terbaru dari band ternama yang bahkan belum dirilis (emang ada?).

Layanan ini cukup menguntungkan bagi operator, content provider (penyedia isi layanan) dan penyanyi atau pengisi suara nada tunggu. Ada beberapa RBT yang bukan lagu yang cukup lucu dan menghibur, seperti tebak-tebakan atau potongan dialog konyol. Bahkan juga jingle perusahaan yang memang khusus dibuat atas pesanan perusahaan tertentu dan dipaksa diwajibkan digunakan oleh seluruh karyawannya (resiko HP dibayarin kantor).

Aku seneng banget klo pas nelpon temen trus denger nada sambungnya lagu yg asik, klo bisa tuh HP ga usah diangkat…hehehe…Tapi ada juga loh, cerita serem tentang RBT ini. Ceritanya salah satu temenku ngelamar kerja untuk posisi manager di sebuah perusahaan yang cukup bonafid. Bos perusahaan menghubungi temen tadi lewat HP-nya dan terdengarlah lagu dangdut berirama house musik dengan lirik mesum nakal. Si bos langsung ilfil dan mutusin telpon sebelum diangkat. Dan ga jadilah temen ini kerja di perusahaan itu. Seneng? Jelas ngga lah…nada tunggu yang awalnya buat lucu-lucuan eh malah jadi bencana.

Jadi kawan, hati-hatilah memilih nada sambung. Lebih baik lagi kamu buka website operator-mu dan dengerin previewnya sebelum memutuskan untuk memilih nada sambung tertentu, atau klo mau aman ya ga usah pake nada sambung, tut tut tut aja…Karena selain harganya lumayan, kisaran 5 – 7 ribu per bulan, klo salah pilih malah jadi bencana, disalahartikan sama yang denger. Aku pernah ngalamin sekali, pas waktu lagunya Ungu lagi top markotop. Suami nelpon ke HP dan menyanyilah Pasha ‘…maafkan akuuuu…menduakan cintamu…berat rasa hatiku…meninggalkan dirinyaaaaa…’ Sukses besar! suamiku nanya “maksud lo apa sih!” dan aku ngeles “itu nada tunggu top ten di kantor pah, jadi sekalian promosi buat yang denger…”  padahal tujuannya kan biar temen-temen bilang aku keren, update sama perkembangan musik tanah air…halah!

Belakangan di tv aku lihat selain iklan nada tunggu dari operator seluler, juga ada iklan nada sambung dari content provider. Caranya juga gampang banget, tinggal registrasi lewat SMS terus dapet deh lagu yang diinginkan…tapi…tunggu dulu, itu berbayar bo! Per SMS dikenakan biaya antara 2 – 3 ribu, belum lagi pajak (klo tidak termasuk) dan biaya-biaya lain yang jarang dicantumkan plus kesulitan untuk unreg bila bosen. Jadi klo kamu pengen punya nada sambung ato nada tunggu keren, pelajarilah ‘hal-hal dalam tanda bintang’ yang berjudul syarat dan ketentuan. Jangan sampe kamu jadi keren tapi fakir pulsa.

Eh…kok ada bunyi ring tone lagu dangdut? Iramanya house darah lagi! HP sapa ya? *celingak celinguk, liat ke meja sebelah, pura-pura ngga ngeh…padahal HP sendiri*

→ 3 CommentsKategori: mabok janeng · nyampah · sok paten · sotoy

Gimana rasanya? Pasti enak ya…

13 April 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Itu pertanyaan standar yang aku denger klo aku bilang bahwa aku kerja di perusahaan telekomunikasi. Enak sih jelas…wong sekarang ini cari kerja aja susah, aku udah dapet kerjaan berstatus permanen dengan gaji cukup…cukup buat kridit rumah, beli mobil baru, belanja di sogo…*dilempar sendal*

Tapi menurutku, apapun kerjaan yang kamu lakukan, klo dilakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati, pasti berhasil. Sebagian temen beranggapan untuk kerja di perusahaan besar tidak perlu effort lebih. Ada yang bilang gini “enak ya kamu, kerja di PT. X, duduk-duduk aja di ruangan ac, bisa internetan gratis, dapet laptop, browsing sepuasnya, gajinya gede lagi…” (dengan nada sirik dan bibir mencibir kek di sinetron-sinetron itu…) trus aku jawap “ya, alhamdulillah perusahaan sangat care sama kesejahteraan pegawainya…” (dengan gaya merendah tapi sombong…hehehe)

Pastinya aku ga main-main disini (cuma sesekali ngeblog, chatting, browsing, kerja dikit…dzigghhh..!!!) pas masuk aja mesti melewati berbagai tahapan test yang cukup bikin pusing, ditambah lagi masa kontrak yang panjang, yang aku jalani dengan perasaan waswas selalu, deg-degan…jangan-jangan akhir tahun kontrakku ga diperpanjang. Pas penerimaan pegawai tetap, selain test juga diwajibkan mengikuti pendidikan ala militer di suatu tempat di pulau Jawa sana. Kerja pun jangan dibayangin yang enak-enaknya aja, ada target, ada KPI (Key Performance Indicator), ada penilaian pencapaian, ada sangsi, ada mutasi, de el el…

Dulu aku sempat berada di comfort zone, merasakan enaknya kerja di perusahaan telekomunikasi yang memonopoli salah satu bidang jasa pertelekomunikasian. Sekarang orientasi perusahaan telah berubah. Tidak lagi monopoli, tapi sudah oligopoli. Segmen pelanggan yang dulunya adalah perusahaan besar (maintain sedikit hasil besar), sekarang berubah menjadi retail ke end user (maintain banyak hasil kecil). Enak? Enak klo dinikmati, keluar dari zona nyaman, merubah pola pikir, positif terhadap tantangan dan berani mencoba sesuatu yang baru…*bijaksana mode on*

Segmen retail butuh banyak effort dengan hasil yang kadang tidak seimbang. Contohnya ketika para operator telekomunikasi berlomba memasuki ‘zona berdarah’ dengan perang tarif gila-gilaan, bahkan biaya untuk pembuatan 1 buah kartu perdana (yang berisi pulsa dan benefit lain) lebih rendah dari harga jualnya. Lalu kartu tersebut hanya dijadikan sebagai calling card alias sekali pake, abis pulsa, langsung buang. Jelas saja perusahaan harus memutar otak untuk menutup kerugian. Belum lagi biaya iklan yang super duper heboh, sampai ada operator yang menggunakan ‘bintang iklan terganteng sejagad raya : simpanse!’ dimana iklan-iklan tersebut ditayangkan pada prime time televisi. Itu belum termasuk bentuk cetak yang tersebar di setiap outlet penjual HP atau pulsa, sudut jalan, ad-lips radio, media massa…ah pokoknya ngelebihin hebohnya para caleg menjelang pemilu kemarin! Brand image yang mahal.

Pekerjaan yang kutangani di sini berkaitan dengan after sales service, menangani pelanggan. Sebelumnya aku kerja di bagian sales, menjual langsung ke calon pelanggan. Repotnya sama, jika sewaktu menjual mulut berbusa mempromosikan berbagai kehebatan produk plus rayuan maut untuk berpindah dari operator lain, maka sekarang mulut berbusa untuk melayani informasi, keluhan, amarah, makian bahkan ancaman untuk berpindah ke operator lain.

Apakah pekerjaan seperti ini masih dibilang enak? Tergantung cara pandang aja, aku selalu berusaha memandang positif tugas apapun yang diberikan manajemen selama kerja disini, meski kadang sih pake ngedumel juga…Yang pasti aku menyadari betul bahwa tiap pekerjaan itu pasti ada enak dan tidak enaknya. Ada unsur ikhlas atau tidak dalam menjalaninya dan pasti ada naik turunnya (asal jangan turun gaji aja!). Aku sih percaya, bahwa apa yang dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh pasti memberi hasil memuaskan, ga ada yang instan kayak mie goreng yang disiapin OB tiap pagi.

Jadi bersyukurlah teman-teman, yang masih dipercaya untuk kerja di suatu perusahaan yang ’sangat toleran sehingga tidak memblokir YM dan  wordpress dan masih membiarkan karyawannya internetan di sela-sela jam kerja’.

→ Tinggalkan KomentarKategori: mabok janeng · nyampah · sok paten · sotoy